Futsal, Lutut, Dan Bahagia.

Setelah sekian lama tidak bermain futsal karena takut lutut kanan ini kambuh lagi, kemarin memberanikan diri untuk futsal lagi walau harus diakui tidak semaksimal ketika lutut ini masih berjalan dengan normal. Lututku benar-benar tidak bersahabat selama 3 bulan terakhir, kurang lebih setelah terjadinya kecelakaan motor yang menimpaku pada waktu itu.Dan disini saya ingin meminta maaf pada “si Legend” karena telah membuat dirimu hancur. Maafkan saya !

Saya kira tidak akan separah ini sampai berlarut-larut segala dan dari sejak kecelakaan itu baik teman atau pun keluarga selalu menganjurkan saya untuk menggunakan jasa tukang pijit untuk menolong saya agar lutut ini cepat sembuh dan bahkan ibu dan ayahku mengharuskan anaknya yang bandek ini untuk pergi ke dokter, tapi karna saya selalu bandel saya harus katakan “Tidak Mah, Saya bisa sembuh tanpa harus pergi ke dokter atau tukang pijit”.

Sudah menjadi kebiasaan saya jika saya sakit, saya  tidak suka jika langsung saja pergi ke dokter. Saya hanya akan pergi ke dokter jika saya merasa kondisi tubuh saya benar-benar di titik 0 (nol), jadi sebelum itu terjadi saya tidak akan pernah membiarkan tangan-tangan dokter menyentuh bagian dari tubuh saya.

Dan balik lagi ke permainan futsal, seperti biasa saya selalu telat datang jika harus bermain futsal atau bermain olah raga lainnya. Kecuali kencan sama wanita, itu kayanya itu menjadi satu-satunya hal yang bisa membuat saya menjadi tepat waktu, dan nampaknya mengalahkan solat sekalipun. Astagfirulloh maafkan hamba-Mu ini Ya Allah belum bisa solat tepat waktu.

Pertandingan sudah di mulai ketika saya datang ke tempat pertandingan berlangsung. Dengan kondisi basah kuyup, karena selama di perjalann air turun dari langit dengan volume yang sangat banyak dan menjadikan Pakaian yang saya kenakan basah begitupun dengan teman saya yang mau tidak mau harus ikut hujan-hujanan yaitu si Anis.

Setelah pertandingan berjalan kurang lebih 10 menit, dengan celana jeans yang saya kenakan dan menjadikan saya menjadi satu-satunya orang yang memakai celana panjang dalam pertandingan itu, saya langsung masuk lapang. Ketika itu kedudukan masih 2-0 untuk keunggulan lawan. Sesaat setelah saya masuk, walaupun tak mencetak gol di kala itu saya memberikan asist kepada teman saya dan kedudukan pun berubah menjadi 2-1.😀 Dan sesaat setelah itu ketika saya mulai banyak gaya dalam mengolah bola, terjatuhlah saya karna dijegal oleh lawan dan lagi-lagi lututku tak bisa berkompromi. Dengan sadar diri saya pun minta diganti seketika itu juga. Babak pertama ditutup dengan skor 2-1 untuk keunggulan anak 2006.

Setelah 5 menit babak istirahat dan lututku ketika itu juga lumayan membaik karena Allhamdulillah Doni temanku yang lumayan bisa mijit, memijitku dengan baik dan hasilnya saya bisa bangun dan kembali bermain. Thnks Don ! :d

Babak kedua dimulai dan seperti biasa karena anak-anak 2007 adalah makhluk-makhluk goib yang entah dari mana datangnya, bermainpun masih saja masih terus tertawa-tawa tanpa mempedulikan skor yang telah ada, klo tidak salah skor pada saat itu sudah 7-1 ! benar-benar gila, ingat jaman dulu saya tidak akan pernah rela jika tim yang saya bela sampai kalah apalagi dibantai seperti ini. Tapi sekarang kondisinya berbeda, walaupun dibantai saya masih tetap bisa tersenyum bahkan tertawa. Penyebabnya tidak lain adalah fakta bahwa penyakit klo dimanja ya pasti manja, tapi klo penyakit di lawan ternyata saya bisa.

Saya senang karena lutut yang saya khawatirkan akan sakit luar biasa  jika dipaksa bermain seperti ketika ketika bermain basket di minggu sebelumnya tidak terjadi. Itulah resiko menjadi anak bandel, ketika banyak orang menyarankan istirahat, saya selalu berkata di dalam hati, “hari ini saya masih bisa berjalan, jadi tidak ada alasan untuk tidak bisa berlari”. Dan ketika itu kedudukan berakhir dengan skor 10-1 untuk kemenangan anak-anak 2006. Mantab gan, dibantai ! Hahahaa.

Terimakasih buat teman-teman seperjuangan saya ketika harus melihat skor yang fantastic dan kita di bantai tetapi kita masih bisa tertawa ! Hahahaa.😀 Dan terimakasih karena telah percaya kepada saya dan mengizinkan saya bermain di pertandingan futsal ini walau kalian tahu kaki saya rada kurang asik. Heehe. Sekali lagi saya ucapkan banyak terima kasih atas kepercayaan yang telah di berikan. Thnks a lot friends.😀

Squad futsal 2007 : Bontenk, Jakmul, Atung, Bams, Waduk, Gojay, Pura, Doni, Apin, Joni, Garong. Ingat terus masa-masa ini teman !😀

Dan Maju terus  TI 2007.😀


About this entry