Kenali Tes Sertifikasi Bahasa Inggris

Selain sebagai bahasa pengantar sehari-hari, kemampuan berbahasa asing juga bisa mengantarkan kita meraih beasiswa. Saat ini, bahasa Inggris masih menjadi bahasa pengantar utama di berbagai negara. Sertifikasi bahasa Inggris yang umum diminta para pemberi beasiswa adalah Test of English as Foreign Language (TOEFL) dan International English Language Testing System (IELTS).

Reny Y dalam bukunya Kuliah Gratis di Luar Negeri terbitan Daras Book menjelaskan, TOEFL adalah tes kemampuan bahasa Inggris bagi penutur asing (nonbahasa Inggris) yang sertifikatnya diakui di ribuan institusi pendidikan dan industri di 90 negara. Lembaga penyelenggara tes ini adalah Educational Testing Service (ETS) yang berpusat di Amerika Serikat.

Ada tiga format tes dalam TOEFL, yaitu computer based test (CBT), paper based test (PBT), dan internet based test (IBT). CBT adalah format tes yang paling sering dipergunakan banyak negara. Tes ini terdiri atas empat bagian yaitu listening (tes pemahaman bahasa Inggris yang diucapkan penutur aslinya), structure (tes kemmapuan struktur tata bahasa Inggris), reading (tes kemampuan membaca dalam bahasa Inggris), dan writing (tes kemampuan menulis tentang suatu topik dalam bahasa Inggris). Standar nilai yang harus kita capai dalam CBT adalah 200-250.

PBT merupakan format tes dalam bentuk kertas isian yang dijawab menggunakan pinsil 2B. PBT terdiri atas tiga bagian tes, yakni listening comprehension (mengukur kemampuan pemahaman bahasa Inggris yang diucapkan di wilayah Amerika Utara), structure and written expression (mengukur kadar kemampuan dalam mengenali bahasa Inggris sesuai standar penulisannya), dan reading comprehension (mengukur kemampuan membaca bahasa Inggris secara umum). Ada juga tes tambahan berupa penulisan esai dengan topik tertentu (test of written English/TWE). Untuk PBT, skor minimalnya adalah 550.

IBT merupakan format paling baru dalam TOEFL. IBT mirip dengan CBT, namun ditambah satu tes lainnya, yaitu speaking. Tes ini menguji kemampuan berbahasa Inggris secara lisan sesuai dengan pilihan topik yang ada. Standar nilai minimal IBT adalah antara 80-120.

Reny menjelaskan, ada dua jenis TOEFL yaitu TOEFL Internasional dan TOEFL Institusional. Nilai TOEFL Internasional diakui hampir semua institusi pendidikan, lembaga, dan dunia usaha di dunia. Erasmus Mundus dari Uni Eropa dan Postgraduate Research Fellowships dari Australia adalah dua contoh program beasiswa yang menerima sertifikat TOEFL Internasional.

Sedangkan, nilai TOEFL Institusional bersifat lokal. Artinya, hanya universitas tertentu yang menerima atau memperbolehkan calon mahasiswanya menggunakan hasil TOEFL Institusional. Beberapa negara yang menerima mahasiswa berdasarkan TOEFL Institusional antara lain Amerika Serikat (program Fullbright), Australia (program Australian Development Scholarships/ADS), Belanda (program Stuned), dan Jerman (program Deutscher Akademischer Austausch Dienst/DAAD).

Sementara, IELTS merupakan tes alternatif di luar TOEFL untuk mengukur kemampuan mereka yang ingin berkuliah atau bekerja di negara-negara yang menggunakan bahasa Inggris. Tes IELTS diselenggarakan atas kerja sama antara University of Cambridge, British Council, dan IDP Australia. Sertifikat IELTS diakui oleh universitas dan perusahaan di berbagai negara terutama di Australia, Kanada, Selandia Baru, Inggris, dan Amerika Serikat.

Tes IELTS terdiri dari dua modul utama, yaitu academic module dan general training. Academic module berfungsi menguji kemampuan berbahasa Inggris di bidang akademik, sedangkan general training lebih menekankan pada kemampuan berbahasa Inggris pada aspek umum dan pendidikan. Kedua modul ini meliputi empat keahlian berbahasa Inggris, yaitu listening, reading, writing, dan speaking. Skor nilai IELTS dimulai dari nol hingga sembilan (expert user). Biasanya, pemberi beasiswa menyaratkan nilai IELTS antara 5,5-7.

sumber


About this entry