The Art Of “Djogja” part 1

Jogjakarta, ya benar. Sebuah kota yang terletak di provinsi D.I. Yogyakarta, Indonesia. Kemarin, saya baru saja berpetualang di daerah tersebut. Padahal baru beberapa bulan yang lalu saya dari sana. Tapi, kali ini berbeda karena sekarang saya di temani sebuah squad bernama “MeeM” (Baca:pake ejaan inggris). Jika anda bertanya apa itu “Meem”, saya akan beri clue sedikit. Dia adalah tujuan utama dari setiap makhluk yang ada di muka bumi. Haaha. iya ga “MeeM” squad ?😀

Perjalanan di mulai dari kota kami, Bandung. Mulai berangkat jam 9 malam dari stasiun kota Cimohai alias Cimahi. Dari stasiun itulah kami berempat (Jawski, Damski, Bobski, Bonski) memulai perjalanan mencari apa itu “Meem” ? hahaha.

Kerata yang kami gunakan ketika itu ialah “Argo Wilis”. Tapi jangan bayangkan kelas Argo Wilis yang sebenarnya yang didalamnya ada AC, TV Plasma, Selimut, dan Sofa. Yang kami gunakan ialah argo welas alias kahuripan kereta ekonomi yang su[er ekonomis. Saking ekonomisnya dari bandung ke Jogja, kami tidak perlu membayar mahal-mahal. Cukup dengan Rp. 24.000 kami bisa sampai di Jogjakarta. Dan berikut keunggulan selama di kereta tersebut.

1. Badan pegal-pegal

2. Tidak tidur selama di kereta

3. penumpang over capacity, yang mengakibatkan Tak ada kursi Lesehan pun jadi.

3. Emosi, dikarenakan kereta kelas ekonomi selalu disusul ama kelas bisnis atau eksekutif. zzzzz.

4. Belom lagi kereta ekonomi selalu hinggap di stasiun-stasiun kecil.

5. Jangan heran jika di kereta ekonomi ada kata-kata “Kopi-kopi, banyakan minum kopi dari pada tidur.” zzzzzzzz.

6. Ironi. Kereta boleh ekonomi, tapi pembicaraan di dalamnya sangat eksekutif. Hal ini terjadi ketika ada beberapa orang yang seorang ibu muda bertemu seorang ibu muda lagi. Topik yang di bicarakan ialah saham ampe berpuluh-puluh juta, kaya yang B ! enjooy dah !. Dan yang paling parah ternyata saham yang mereka ributkan adalah saham di MLM. zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz. hahaha

7. Asap rokok berkeliaran dimana-mana, dah tau sumpek ehh masih aja pada ngerokok.

8. Jangan heran juga, kursi yang harusnya yang kita dudukin cuma buat 2 orang, tiba-tiba ada seorang bapak yang berkata “Cik jang, ngiring calik” hahaha.

9. Dan masih banyak lagi dah cerita kocak yang cuma ada di ekonomi. hahaha

Cerita-cerita kayak di atas saya yakin se yakin-yakinnya gak akan ada jika kita berpergian dengan kereta kelas eksekutif. Klo di eksekutif pasti semua orang bakalan tidur selama perjalanan. Ini lah keunikan dari ekonomi terasa banget dah kekeluargaannya.😀

Oke deh, udah dulu nulis-nulisnya. Sampai bertemu di “The art of Djogja part 2”, sekarang dah ada dosen di kelas, saatnya masuk.😀


About this entry