Buah Apel Bernama Kejujuran Adalah Jodoh

Jodoh dan buah apel bernama kejujuran? Apa lagi itu?๐Ÿ˜€ tenang saudara-saudara kali ini saya teringat akan cerita tentang seorang pemuda dan buah apel dan juga jodoh. Mungkin kamu sudah tahu sebelumnya? Alhamldulilah jika kamu sudah tahu, tapi jika belum saya ingin cerita sedikit. Mari kita mulai.๐Ÿ˜€

Siang itu di kelas membosankan, dosen menerangkan banyak rumus mengenai ekonomi teknik, tapi ga saya denger, karena dosennya ga jelas juga ngomong apaan. Sampai pada akhirnya Pak dosen terduduk dan memulai sebuah cerita yang sangat menginspirasi dan membekas sampai hari ini.๐Ÿ˜€

Setelah menutup spidol dan duduk di kursi, beliau berkata “Ada yang tahu Imam Syafe’i?” sontak saja sekelas menjawab “tahu pak”. Kemudian beliau kembali bertanya “tahu tentang kisah buah apel dari beliau?” sontak sekelas pun terdiam, karena tidak mengetahui bagaimana kisah tersebut. Baiklah kali ini saya ingin bercerita mengenai pentingnya kejujuran dan anugerah yang didapatkan setelahnya.

Dahulu ada seorang pemuda yang sedang berpetualang dan berjalan menuju sebuah tempat. Di tengah jalan pemuda tersebut menemukan sebuah sungai, karena pemudaย  sudah berjalan jauh dan merasa haus akhirnya si pemuda menghampiri sungai tersebut dan dengan segera pemuda meminum air sungai itu.

Ketika meminum air sungai tersebut, tepat dihadapan matanya melintaslah sebuah buah apel yang segar. Dengan keadaan perut yang kosong dan lapar, sontak saja sang pemuda mengambil apel tersebut dan memakannya tanpa rasa curiga. Setelah menggigit apel dan mengunyahnya barulah si pemuda tersadar. Pemuda tersebut sadar jika buah apel ini bukan miliknya. Jadi, dia merasa tidak mempunyai hak untuk memakan buah ini dan si pemuda takut jika hanya dengan memakan buah apel yang bukan miliknya, ini dapat mengakibatkan dirinya tidak masuk surga dikarenakan Allah tidak me-ridhoinya.

Dengan rasa bersalah yang menghinggapi dirinya dan mencari ridho Allah, si pemuda kemudian berinisiatif untuk menelusuri aliran sungai guna menemukan siapa pemilik dari buah apel tersebut. Sampai pada akhirnya, sang pemuda menemukan sebuah pohon apel yang menjorok ke sungai dan menemukan seorang bapak yang berada di sekitar pohon apel tersebut.

Sang pemuda kemudian bertanya pada bapak tersebut, “Pak, apakah buah apel ini milik bapak?” kemudian bapak tersebut menjawab “Ya benar nak, buah ini milik saya. Ada apa dengan buah apel itu nak?”. Dengan perasaan bersalah yang menghantuinya, dia akhirnya menceritakan kronologis bagaimana dia mendapatkan dan memakan sebagian buah apel tersebut. Dan si pemuda berharap si bapak dapat memaafkan tindakannya dan meridhoi atas apa yang telah diperbuat olehnya. Untuk mendapat ridho dari si bapak, pemuda tersebut rela menjalankan apa saja yang diperintahkan oleh si bapak.

Baiklah kata si bapak, “saya akan memaafkan kamu dan meridhoi apel yang kamu makan, tetapi syaratnya kamu harus bekerja merawat pohon apel disini dengan jangka waktu yang belum ditentukan”. Dan si pemuda menyanggupi apa yang diinginkan oleh sang pemilik apel.

Satu hari berlalu, si pemuda pun bertanya kepada si bapak pemilik apel “Apakah saya sudah dimaafkan?” si bapak menjawab “Maaf, belum nak!”. Keesokan harinya pemuda pun bekerja kembali dan setelah selesai dia kembali bertanya “Pak, apakah saya sudah dimaafkan?” kembali si bapak berkata “Maaf. belum saya maafkan!”. Sampai setelah seminggu lebih bekerja pemuda kembali bertanya “Pak, apakah saya sudah dimaafkan?” bapak pemilik apel kemudian menjawab, “Ya kamu akan saya maafkan, tetapi ada sarat lainnya. Dan setelah sarat ini kamu penuhi, saya akan memaafkan dan meridhoi kesalahan yang telah kamu lakukan. Apakah kamu sanggup?” pemuda tersebut kembali menjawab “ya, saya sanggup”.

Kemudian bapak pemilik apel menjelaskan sarat yang harus dilakukan oleh si pemuda. Dan syaratnya adalah “Wahai pemuda, kamu harus menikahi putriku. Dan perlu kamu ketahui putriku seorang yang bisu, buta, tuli, dan lumpuh. Apakah kamu bersedia?”. Tentenuya pria mana yg mau menikah dengan wanita dengan banyak keterbatasan seperti yang digambarkan oleh si bapak. Tetapi, dengan keteguhan iman yang dia miliki dan mengharap ridho Allah, dia pun menjawab “Ya pak, baiklah saya bersedia menikah dengan putri bapak”.

Keesokan harinya pemuda melangsungkan ijab kabul. Dan setelah melaksanakan ijab kabul sang pemuda dipersilahkan oleh bapak sang pemilik apel untuk melihat wanita yang baru saja menjadi istrinya. Heran, aneh, dan banyak pertanyaan muncul setelah si pemuda melihat keadaan istrinya yang jauh dari apa yang disebutkan oleh si bapak. Segera dia pun bertanya kepada si bapak pemilik apel yang kini telah sah menjadi mertuanya, “Pak, bukankan anda mengatakan bahwa anak bapak itu tuli, bisu, lumpuh, dan buta?” Sambil tersenyum bahagia bapak pemilik apel kemudian menjawab “Benar, anaku bisu dan tuli karena dia tidak pernah mendengar dan membicarakan hal-hal yang dilarang oleh agama. Benar, anaku lumpuh dan buta karena dia tidak pernah melihat dan berpergian ke tempat yang dilarang oleh agama. Dan itulah maksudku pemuda.”

Setelah diterangkan oleh bapak pemilik apel, pemuda itu pun sangat berbahagia karena selain dia lepas dari dosa yang ia perbuat, dia pun mendapat anugerah yang sangat luar biasa dari kejujuran yang diterimanya berupa seorang istri cantik yang patuh dan ta’at akan agamanya.

Dan pasangan tersebut pada akhirnya mendapatkan seorang anak yang di beri nama Imam Syafe’i. Dan ketika sudah dewasa sang anak menjadi Imam yang sangat berpengaruh di dunia ISLAM. Subhanallah.๐Ÿ˜€

Dan setelah mendapat cerita dari dosen tersebut, ini memberikan dampak yang sangat besar dalam kehidupanku melihat sudut pandang kehidupan akan kebesaran Allah, bahwa Allah jika merencanakan sesuatu pasti akan luar biasa dan pasti yang terbaik untuk hambanya atau saya lebih suka mengatakan hal tersebut dengan sebutan, Keajaiban.๐Ÿ˜€

Sifat jujur akan selalu membawa keberuntungan bagi yang menjalankannya. Allah tidak tidur, Dia maha melihat apa yang diperbuat oleh hambanya. Dan masalah jodoh, serahkan semuanya sama Allah, biar Allah yang menentukan. Tugas kita sebagai manusia hanya berusaha dan berdoa semaksimal mungkin serta mengharap ridho-Nya, sisanya biarlah kita melihat keajaiban-keajaiban yang dilakukan oleh-Nya. Bukankah Dia berjanji, jika Pria terbaik akan mendapat wanita terbaik.๐Ÿ˜€

Okai, sekian dari saya semoga ini bisa menjadi manfaat untuk saya pribadi dan kamu.๐Ÿ˜€

Daaahhh.

Selamat berpuasa.

Smikum.๐Ÿ˜€


About this entry