Dukung Indonesia Tanpa JIL (Jaringan Islam Liberal)

Indonesia Tanpa JIL apaan tuh? JIL? Apaan juga tuh? Pertanyaan dasar gue waktu jaman belom tau ini tuh apaan. #IndonesiaTanpaJIL ialah gerakan yang katanya sih awal mulanya di twitter, siapa pencetusnya? Mana gue tau. Wong gue juga baru 3 mingguan kenal ama #IndonesiaTanpaJIL. Gue tau gerakan ini juga bukan dari pencetusnya, malahan gue tau gerakan ini dari orang yang menentang gerakan ini. Ironis bukan? Hehee. Tapi ya itulah hidayah dari Allah ga bisa di sangka.πŸ™‚

Jaman jahiliyahnya gue tuh waktu lagi seru-serunya nyari pemikiran yang beda ama orang, pokonya pengen keliatan beda ama intelek dikit. Secara gitu Calon Ketua BEM, harus agak beda ama orang pemikirannya, nyeleneh dikit wajar lah kaya kyai yang dengan bangga disebut “Bapak Pluralisme Indonesia”. Ga tanggung-tanggung agama sendiri juga gue pun gue kritisi. Iya agama gue ISLAM. Belum lagi liat orang ngomong pake Al-Quran dikit, hmm tanduk setan gue muncul di kepala gue. Serasa pengen ngebantah aja itu dalil. “Sok suci lo, sok pintar, sok tahu”. Pemikiran macam gitu yang terbersit di otak gue kala itu.

Ada hal kocak waktu main ke toko buku. Disitu ada seorang bapak, ya kira-kira umur 30 – 35an lah beli kitab Imam Bukhori ama Apa gitu satu lagi, ga tau lupa. Dan jeng jeng, tanduk setan gue muncul, wah ada orang beginian asik nih di “tes”. Yang asalnya gue mau balik ampe ga jadi, niat gue sok kenal ama tuh bapak dan mulai nanya “pak, itu buku apaan?” padahal gue tau klo itu buku Hadist Shohih Imam Bukhori. Selanjutnya gue tanya pertanyaan macam gini,Β  “Pak napa gue lahir ke bumi ya? Padahal gue ga minta ama Tuhan buat kirim ke dunia? Pak kok bapak percaya ama buku itu? Gimana klo yang di dalam buku itu ‘cerita’ bohong?”. Nah lo bisa bayangin kedepannya kaya apa tuh diskusi. Suka pengen ketawa kalo inget tu kejadian. Astagfirulloh.πŸ™‚

FYI, gini-gini sebenernya gue ga sesat-sesat amat (bahasanya udah pembenaran banget ya? kaya JIL. Sesat mah sesat!), gue cuma pengen keliatan beda aja. Solat? Ya, dulu dalam sehari mah ada walau ga komplit. Kadang juga gue tahajud ama Duha. Ngaji? Walau gue pernah juara MTQ jaman unyu-unyu (baca: SD) ya klo di kampus ada rapat Lab atau ujian barulah gue buka Quran. Apalagi? Zakat? Sedekah? Oh pasti dong. Berbagi itu harus klo buat gue. Puasa? Alhamdulilah klo bulan Ramadhan gue belom pernah bolong/batal sejak 5 tahun. Weeis keren juga lo ternyata. Gue gtu! Secara gtu gue cucunya salah satu Pak Haji yang terpandang. Eee buset sombong banget lo!😦

Yes. Sombong. Bisa di liat kan klo orang sombong punya ilmu dikit aja tuh ya gtu, seakan dia tau semuanya akibatnya bertindak semaunya. Sok-sokan bantah kebanaran padahal dalam hatinya udah tau mana yang bener mana yang salah, tapi karena pengen keliatan keren, pengen keliatan kritis, pengen keliatan pemikirannya modern, pengen keliatan pemikirannya “out of the box”, ya udah jatuhnya sok-sokan kaya gtu. Dan tanpa disadari kebanggaan akan menjadi seorang muslim pun luntur. Menganggap Islam kuno, ga modern. Beda ama barat yang maju terus berkembang pemikirannya. Akhirnya, bukan sibuk mencari kebenaran, malah sibuk cari pembenaran.

Sip, lanjut tenk. Okay.

Oiya, JIL ya? JIL itu equal dengan Jaringan Islam Liberal. Ya elah gue juga tau. Hadeeuh. Sok-sokan pake bahasa inggris lagi. Ampun dah. Iya iya maaf. Cantelan ya?πŸ™‚ Okay, Jaringan Iman Luntur, eh maaf maksud gue Jaringan Islam Liberal ini kumpulan para aktivis yang tugasnya menafsirkan ISLAM seenak udelnya dalam artian bebas sebebas-bebasnya gimana pesenan. Pesenan? ups, keceplosan. Hal ini bisa di liat di web JIL mereka mengatakan bahwa salah satu misi mereka ialah mengembangkan penafsiran Islam yang liberal sesuai dengan prinsip-prinsip yang kami anut, serta menyebarkannya kepada seluas mungkin khalayak. Di sini bisa di lihat bahwa kebenarannya mereka itu bukan berdasarkan Al-Quran dan Hadist, tapi kepada prinsip yang mereka anut. Moso orang Islam gtu?

Liberal sendiri ialah paham yang dimana lahir dari dunia barat. Liberal ini sudah barang tentu merupakan konsekuensi logis dari sekularisasi. Apaan tuh sekularusasi? penafsiran gue sekularisasi ialah pemisahan antara urusan negara dan sosial masyarakat dengan urusan agama. Paham? Jadi misal, klo lo seorang maho a.k.a. homo selama konstitusi negara mengatakan itu tidak melanggar UUD/Konstitusi, lo boleh aja dengan senang hati melakukan perbuatan yang diharamkan oleh Agama mana pun. Dengan mengatas namakan “itu hak gue dan kebebasan gue”. Dan di tambah dengan “selama ga ganggu orang, ya gpp”. Dan kasus legalisasi pasangan sejenis ini baru saja terjadi di USA.

Nah karena nilai agama sudah tidak lagi sakral, maka orang akan bebas menafsirkan kebenaran sesuai dengan pemikirannya. Inilah yang jadi lahirnya paham liberal. Di mana manusia bebas menafsirkan apa pun, karena kebebasan dari nilai itu sendiri bernilai relatif. Akibatnya setelah orang bebas menafsirkan seenak udelnya muncul juga yang namanya Pluralisme Agama. Pluralisme itu sendiri pada hakikatnya menganggap bahwa semua agama itu sama, dalam artian semua agama itu benar. Jadi, orang Islam ga boleh mengklaim bahwa agamanya paling benar. Mau ga mau orang ISLAM yang setuju ama paham Pluralisme harus mengakui bahwa agama lain juga benar. Dan itu salah, karena Allah di Al-Quran telah menyebutkan bahwa hanya ISLAM agama yang di ridhoi-Nya. So, sebagai muslim kita wajib mengatakan bahwa ISLAM itu Agama paling Benar titik. Disini kita bisa lihat bahayanya dari pluralisme yang merupakan buah dari pemikiran Liberal. Dimana kebenaran itu semuanya direlatifkan. Bebas dah lo mau mikir apa juga, selama yang mereka sebut logis dan ilmiah.

Jadi tenk, siapa aja tokoh – tokoh JIL di Indonesia? Klo nanya gini jangan heran klo ada dikalangan umat ISLAM yang dianggap “kyai” atau “cendikiawan muslim” ternyata menganut paham SEPILIS (Sekulerisme, Pluralisme, Liberalisme). Berikut gue tampilin 50 tokoh Islam liberal di Indonesia.

Image

Terus apa yang bahayanya teng gw ga liat orang-orang JIL bahaya? Gini ya mbak, mas, om, tante, coba liat twitter trus buka deh acount-acount anak-anak JIL macam guntur romli, ulil abshar abdala, asyaukani atau siapalah itu namanya. Ga penting juga buat di hafal. Contohnya macam ulil abshar yang mengatakan finalitas kenabian Rasulullah, ada juga twit dia yang menantang Allah mengenai homo, kata ulil klo kaum luth dihujani batu karena lesbian, kenapa tuhan ga melakukan hal yang sama sekarang?” Gila, si ulil nantangin azab Allah. Ruaar biasa ini manusia. Belum lagi ada wacana Al-Quran harus direvisi, karena udah ga sesuai ama zaman. Oh GOD, pemikiran macam apa itu? Semoga Allah menjauhkan kita dari azab. Itulah contoh pemikiran JIL yang bebas. Dan tentunya sangat berbahaya.

Contoh lainnya, agama mana pun di dunia itu jelas-jelas menentang dan mengharamkan yang namanya homo. Di tangan pemikir-pemikir kaum liberal ini bisa saja menjadi sah atau halal. Kenapa? karena kebenaran mereka bersifat relatif. Tidak absolut. Di awal sudah jelas dalam kitab suci dikatakan bahwa homo itu haram, namun kaum liberal akan menggunakan argumen “ini hak kebebasan individu”Β  dan juga bakal menggunakan kalimat “Selama ga ganggu orang lain? Ya gpp.” begitu mudahnya mereka mengubah hal yang jelas-jelas haram di buat halal. Curiga lama-lama membunuh juga Halal kata mereka selama pola pikirnya seperti itu. Naudzubillah.

Ga lupa, media juga berperan aktif dalam menyebarkan paham SEPILIS (Sekulerisasi, Pluralisme, Liberalisme). Tanpa di sadari media seperti televisi, koran, majalah, dsb. telah membuat orang Islam berfikir negatif atau skeptis terhadap agamanya sendiri. Islam dianggap ga tolerant lah, Islam di anggap Teroris, Islam yang benar berdasarkan Al-quran & Sunah Rasul di anggap Radikal, dan propaganda-propaganda lainnya yang sangat menyudutkan Islam. Dari sini, gue berpendapat bahwa berita dari medi jangan kita ‘telen’ mentah-mentah, harus ada filter juga dalam diri kita buat media-media ini. Mana yang bener mana yang salah kros cek!πŸ™‚

Setelah tahu pemikiran macam inilah yang berbahaya dan setelah tahu bahayanya JIL ini, lambat laun sedikit demi sedikit gue mulai pengen kenalan ama bahaya liberal. Masih inget dulu ada twitwar antara jagoan gua jaman dulu ama orang islam yang namanya @hafidz_ary seru coy. Di situ gue follow ni account, dari situ mulailah gue mengenal islam liberal lebih jauh. Twitnya beliau sangat mencerahkan, membuka wawasan gue buat mendalami Islam lebih jauh. Alhamdulillah.πŸ™‚

Dari hafidz ary juga gue mengenal #IndonesiaTanpaJIL di mana ini adalah gerakan orang-orang yang menentang paham liberal di Indonesia khususnya dan di dunia pada umumnya. Orang-orang cerdas macam Akmal Sjafril mulai gue kenal. Dan gue uber bukunya beliau ampe keliling dari toko ke toko karena buku ini ga di jual di toko-toko besar. Akhirnya gue memberanikan diri nanya ke akang yang satu ini. Dan dia ngasih tau klo bukunya bisa di dapat di Toko Buku di daerah Gelap Nyawang, Bandung. Dari buku itu Alhamdulilah selain mengenal bahaya liberal. Buat gue itu buku merupakan sejarah, kenapa? karna dari buku itu pintu masuk gue buat belajar buku-buku islam yang lainnya. Ya lo tau, di jaman dulu gue ga terlalu suka ama buku-buku sejarah, tokoh, atau aqidah islam.πŸ™‚

Gue yakin ga sedikit gara-gara ini hastag #IndonesiaTanpaJIL banyak orang yang kaya gue, awalnya nanya-nanya itu apaan? kemudian mulai mencari tahu? nyari referensi dan akhirnya mendalami dan akhirnya menjadi aktivis #IndonesiaTanpaJIL dengan ikhlas tanpa paksaan. Gue ulang lagi, ikhlas tanpa paksaan. Aktifis #IndonesiaTanpaJIL beragam mulai dari abg yang unyu-unyu (kaya gue) :p, musisi, akademisi, artis, dsb. Kaya Fauzibadilah, Ari Untung, Ucay Roket Rokers, Mbak Lisa CEO 99’9ers radio bandung, dan banyak lagi dari mulai ibu kakek nenek ampe abg unyu-unyu kaya gue.πŸ™‚

Di tulisan kali ini, walau sekilas gue cuma pengen berbagi aja mengenai bahaya JIL bagi kita, lingkungan kita, dan masa depan anak cucu kita. Kebayang ga klo anak cucu kita nantinya menjadi bagian dari mereka (JIL) gara-gara leluhurnya hanya diam melihat JIL ini memprovokasi dengan propaganda-propaganda sesat macam gitu.

Okay, sekarang gue pengen ngajak yang udah baca ini tulisan, khususnya yang muslim supaya ayo buka lagi Al-Qurannya buka lagi Hadistnya. Jadikan itu semua sumber kebenaran dalam hidup. Selama bertentangan dengan Al-Quran & Hadist kita wajib tolak. Dan juga setelahnya mari bergabung ke #IndonesiaTanpaJIL kita berjihad menentang ajaran mereka (JIL). Dan tegakan agama Allah. Katakan putih itu putih, katakan hitam itu hitam, jangan labil harusnya ngomong putih eh jadi abu-abu. Kaya JIL aja labil. hehehe.

Untuk lebih jelas tentang #IndonesiaTanpaJIL bisa cek di www.indonesiatanpajil.com terus follow deh twitternya di @TanpaJIL buat info-info mengenai gerakan ini. Klo mau silaturahmi ama gue juga boleh di @bontenk.πŸ™‚

Okay sekian dari gue, semoga bermanfaat bagi yang membacanya. Yuk bobo dulu udah malem. Maaf jika ada kata-kata yang tidak berkenan. Oia, sebelum udahan gue kasih liat video yang bikin gue merinding.

Salam satu jari, #INDONESIATANPAJIL. ALLAHUAKBAR!πŸ™‚

Assalamualaikum.πŸ™‚


About this entry